Berita Ponpes Al-Imdad

 
_MG_2355.JPG
 
Rabu 17/02/2021 Yayasan pondok pesantren Al Imdad mengadakan pelantikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Falaah dan Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad, Pelantikan dimulai pada jam sembilan bertempat di Mts Al Falaah. Acara dipandu oleh Muhammad Irfan Faziri selaku MC acara, lalu pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Ananda Mahmudah. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyi lagu Indonesia raya setelah itu acara utama yaitu acara pelantikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Falaah Ibu Aslihatul Latifah. Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keterangan oleh Sekretaris LP Ma'arif NU Kabupaten Bantul, Bapak Bashory Alwi, S. Ag, M.A kemudian dilantik dan sumpah jabatan oleh Bapak H. Nadhif, S. Ag, M.Si Ketua LP Ma'arif Kabupaten Bantul.
 
_MG_2390.JPG
 
Lalu dilanjutkan prosesi pelantikan Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad Bapak KH. Ahmad Murod, S. Ag. Pembacaan surat keterangan oleh Ketua Komite MA Unggulan Al Imdad, Bapak Kyai Taufiq Bukhori. Kemudian dilantik dan sumpah jabatan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Imdad, Bapak dr. H Atthobari Humam, MPH.
 
_MG_2431.JPG
 
Meskipun hujan lebat tapi acara berjalan dengan lancar, acara dilanjutkan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari Bapak. Sambutan yang kedua dari Bapak Drs. KH. Muhammad Habib Abdus Syakur M. Ag. Bapak Habib. Sambutan yang ketiga dari Ibu Heni Prilantari M. Pd selaku pengawas MA Unggulan Al Imdad. Sambutan yang keempat dari Ibu DRA Hj. Ening Yuli Sholesh Astuti, MA selaku pengawas Mts Al Falaah. 
 
Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan dari Ibu Ening kepada Bapak KH. Ahmad Murod berupa buku antologi yang mana ditulis oleh beliau sendiri dan kenangan-kenangan dari Bapak Suradal. Acara ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh Kepala Desa Wijirejo Bapak DRS H. Murtadlo.
Add a comment

mbah-ali1.jpg

 

Beliau, Muhammad Ali bin Maksum bin Ahmad dilahirkan di Lasem, kota tua di Jawa Tengah dari keluarga keturunan Sultan Minangkabau Malaka. Putra pasangan Kyai Haji Maksum Ahmad dan Nyai Hajjah Nuriyati Zainuddin ini, dari jalur kedua orangtua beliau juga merupakan keturunan Sayyid Abdurrahman Sambu alias Pangeran Kusumo bin Pangeran Ngalogo alias Pangeran Muhammad Syihabudin Sambu Digdadiningrat alias Mbah Sambu. Garis keturunan ini banyak melahirkan keluarga pesantren yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beliau juga merupakan guru dari pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad, Dr KH Habib Abdus Syakur M. Ag.

Masa muda beliau habiskan dengan berguru dari pesantren ke pesantren. Dimulai dari ayahnya sendiri yang juga seorang kyai ulama besar, beliau kemudian nyantri kepada Kyai Amir Pekalongan untuk kemudian melanjutkan nyantri kepada Kyai Dimyati Abdullah (adik Syeikh Mahfudz Attarmasi) Tremas Pacitan Jawa Timur. Sejak di Termas inilah beliau terlihat menonjol dan akhirnya ikut membantu gurunya mengajar dan mengurus madrasah pesantren dan membuat karangan tulisan.

Tak lama setelah diambil menantu oleh KHM Munawwir al Hafidh al Muqri Krapyak Yogyakarta, beliau dibantu oleh seorang saudagar Kauman Yogyakarta untuk berhaji ke Mekah. Kesempatan ini beliau pergunakan pula untuk melanjutkan mengaji tabarrukan kepada para ulama Mekah ; Sayyid Alwi al Maliki Al Hasni, Syaikh Masyayikh Hamid Mannan, Syaikh Umar Hamdan dan sebagainya.

Setelah dua tahun mengaji di Mekah Kyai Ali kembali ke tanah Jawa. Sedianya beliau hendak tinggal di Lasem membantu ayahnya mengembangkan pesantren. Namun, sepeninggal Kyai Munawwir Krapyak, Pondok Krapyak memerlukan beliau untuk melanjutkan perjuangan di bidang pendidikan bersama-sama dengan KHR. Abdullah Affandi Munawwir dan KHR. Abdul Qadir Munawwir.

Akhirnya beliau menghabiskan umur dan segenap daya upaya beliau untuk merawat dan mengembangkan Pondok Krapyak, yang pada saat diasuh mendiang Kyai Munawwir merupakan cikal bakal pesantren al Qur’an di Indonesia.

Di bidang pendidikan pesantren, beliau merintis pola semi moderen dengan sistem klasikal hingga berkembanglah madrasah-madrasah hingga saat ini. Beliau juga diminta untuk menjadi dosen luar biasa pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di bidang kemasyarakatan dan politik, beliau pernah menjadi anggota majlis Konstituante, sebuah lembaga pembuat Undang-Undang Dasar pada masa rejim Orde Lama. Dalam organisasi para kyai, Nahdlatul Ulama, beliau pernah memangku jabatan Rais ‘Aam Syuriyyah yang mengantarkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama keluar dari jalur politik pada masa rejim Orde Baru.

Di sela-sela mengasuh seribuan lebih santrinya, beliau menyempatkan diri untuk memberikan pengajian di masyarakat, mengawasi sendiri pembangunan gedung-gedung pondok dan menulis kitab-kitab. Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Tasrif ul Kalimah, As Shorf al Wadlih, Risalatussiyam, Ilmu Mantiq, adalah beberapa dari kitab berbahasa Arab susunan beliau.

Sebelum meninggal pada akhir 1989, dari sentuhan tangan beliau telah dilahirkan ratusan kyai dari ribuan santri yang mengaji pada beliau pada kurun 1946 hingga 1989. Dari keteguhan beliau, Pondok Krapyak beberapa hari sebelum beliau meninggal menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, pertemuan paling bergengsi organisasi para ulama Indonesia, yang dihadiri oleh penguasa Indonesia saat itu, Jenderal Suharto.

Dari kesabaran beliau yang selama hidup dibantu oleh istrinya Nyai Hasyimah Munawwir, telah berdiri dan berkembang Taman Kanak-Kanak, Madrasah Diniyyah, Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Tahfidzil Qur’an dan Madrasah Takhassusiyah untuk para santri mahasiswa.

Postingan ini merepost ulang dari blog krapyak.org

Add a comment

_MG_99.JPG

Al-imdad pandak bantul, kedatangan santriwati gelombang 5 sejak pukul tujuh sudah ada santri yang datang ke pondok. kedatangan para santriwati disambut oleh segenap jajaran pengurus dan pengabdian komplek putri, ketika sudah tiba di pondok pertama-tama dicek bagian administrasi, terutama yang berkaitan dengan data kesehatan santri seperti surat rapid test, surat keteragan karantina, surat keterangan isolasi mandiri dan surat keterangan sehat dari dokter.

_MG_9896 -.JPG

Jika sudah dicek kelengkapan administrasi, kemudian dicek barang bawaan dikarenakan komplek putri tidak seluas komplek putra maka ada beberapa barang bawaan yang dibatasi seperti hanger dan pakaian, santriwati juga diwajibkan membawa alat makan dan mandi pribadi. setelah selesai dicek barang bawaannya santriwati diperkenankan pamitan dengan orang tuanya karena setelah masuk ke pondok tidak boleh dijenguk sama sekali, kalau pun ingin membawakan kiriman harus dititipkan kepada petugas jaga portal yang berada di depan kantor sekretariat pondok putri. 

_MG_9927.JPG

setelah berpamitan santriwati diharuskan masuk ke dalam bilik semprot, disitu santriwati di semprot diisinfektan lalu kemudian membawa alat mandi dan baju ganti, setelah masuk bilik semprot santriwati diharuskan mandi dan mencuci semua pakaian yang dikenakan hari itu terlebih dahulu sebelum masuk pondok.

_MG_9905 .JPG

Untuk barang bawaan sudah dibawakan langsung ke kamar masing-masing oleh para pengurus dan pengabdian putri yang bertugas menggunakan gerobak dorong, karena meskipun jarak antara pos penerima kedatangan santriwati gelombang 5 dengan pondok tidaklah jauh, tapi barang yang dibawa para santriwati rata-rata banyak.

_MG_9900.JPG

setelah masuk ke pondok dan menempati asrama yang sudah ditentukan para santriwati siap untuk isolasi mandiri selama 14 hari kedepan yang diawasi dengan ketat oleh ibu kamar (baca : penanggung jawab kamar) masing-masing. setiap dua kali setiap hari para santriwati discreening untuk mengetahui kondisi dan suhu tubuh para santriwati. lalu untuk kegiatan belajar dan mengaji dilakukan didalam asrama dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya menjaga jarak, memakai masker, memakai pelindung wajah (face shield dan selalu mencuci tangan setiap selesai pelajaran.

Add a comment

Pada malam jumat 15 Oktober, Pengurus dan segenap para duriyyah mengadakan mujahadah malam jumat di I-Mart Al Imdad yang berada di Jln. Bantul disebelah selatan PKU Bantul. Acara dipersiapkan sejak pukul enam malam, rangkaian acara yakni sholawat al-barzanji yang dibawakan oleh Tim hadroh Al-Imdad. Sholawat al-barzanji selesai dilantukan pada pukul setengah sembilan, lalu dilanjutkan dengan membaca manaqib yang diiringi dengan bacaan sholawat nabi

kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Gus Ahiq, harapannya I-Mart ini kedepan menjadi salah satu tiang yang akan menyokong perekonomian PP Al-Imdad. 

Add a comment

HUKUM

Go to Top
Template by JoomlaShine