bapak wkt haul 2.png

Dr. KH. M Habib Abdus Syakur, M. Ag, Beliau lahir di Klaten Jawa Tengah pada tanggal 17 Juli 1965. Anak keenam dari enam bersaudara dari pasangan H. Abdul Syakur (alm) dan Hj. Djalinah (alm), Masa kecilnya dihabiskan di Klaten sampai tahun 1976. Setelah lulus pendidikan dasar, Beliau melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren "Al-Munawwir" Krapyak Yogyakarta dan lulus tahun 1982. Melanjutkan pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah 6 tahun mengajar di MTs dan MA PP Krapyak, selesai pada tahun 1993 untuk jenjang S1, tahun 2003 untuk S2, dan tahun 2017 untuk S3. Sejak MA, Beliau aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa Arab.

Pada tahun 1987 mengikuti Program Diblum 'Amm Pengajaran Bahasa Arab selama setahun di Lembaga ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Sejak tahun 1994, Beliau menjadi staf pengajar di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab di samping mengajar di lembaga-lembaga lain seperti Madrasah Aliyah dan perguruan tinggi. Dan pada tahun 1996 sampai sekarang, Beliau dipercaya untuk memimpin Pondok Pesantren Al Imdad menggantikan bapak mertua yang wafat.

Dalam mengajar para santrinya, Beliau merupakan seorang yang mengajari santri dengan rinci dan teliti, cara Beliau menjelaskan suatu pelajaran sangat detail tetapi tidak keluar dari konteksnya. Yang menjadi diri khas beliau adalah mengajar dengan cara mempraktekannya langsung, itu merupakan suatu metode pembelajaran yang jitu. Pasalnya seorang guru adalah seorang yang digugu dan ditiru.

Saat ini Beliau aktif dalam kepengurusan NU baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi D.I. Yogyakarta. Beliau juga memiliki beberapa karya yang digunakan sebagai bahan ajar di pelbagai lembaga pendidikan, di antaranya Qiroah Muyassaroh, Cara Cepat Bisa Baca Kitab Metode 33, dan buku yang terbaru saat ini, yaitu Belajar Baca Kitab Berbasis Teks.

Add a comment

NI.jpg

Tamak, Taat, dan Qana`ah - Maqolah ini diriwayatkan dari Atsar Wahab bin Munabbih Yamani ra.

 

 

مَكْتُوْبٌ فِى التَّوْرَاةِ الْحَرِيْصُ فَقِيْرٌ وَاِنْ كَانَ مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْمُطِيْعُ لِلَّهِ تَعَالَى مُطَاعٌ لِلنَّاسِ وَاِنْ كَانَ مَمْلُوْكًا وَالْقَانِعُ غَنِيٌّ وَاِنْ كَانَ جَائِعًا .

 

Diriwayatkan dari Wahab bin Munabbin Al Yamani ra. sebagai berikut : "Tertulis di dalam taurat, orang yang tamak adalah sengsara, meskipun memiliki dunia, orang yang taat kepada Allah akan disenangi, meskipun ia seorang hamba sahaya dan orang yang qana`ah (merasa cukup) adalah kaya, meskipun kelaparan." Kisah : Seorang tawanan wanita muslim melarikan diri dari penjara negara kafir. Ia berjalan kaki sepanjang 200 farsakh. Ia tidak memakan apa-apa, lalu ia ditanya bagaimana bisa kuat berjalan tanpa makan. Ia menjawab, "Setiap aku lapar aku akan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 2x.

" (قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدْ...الخ)

Catatan : سُكُوْنُ اْلقَلْبِ عِنْدَعَدَمِ الْمَأْلُوْفَاتِ وَالرِّضَى بِقِسْمَةِ اللهِ تَعَالَى .

قَنَاعَةٌ Artinya adalah hati yang merasa tenang ketika tidak ada makanan, dan senang terhadap pembagian Allah SWT.

Add a comment

Subkategori

KHUTBAH

ARTIKEL

KARYA SANTRI

HUKUM

Login

Pengunjung

Kami memiliki 1678 guests dan tidak ada anggota yang online

Login

Go to Top
Template by JoomlaShine